Nama: Andini Nopitasari
NPM: A1A022049
Kelas: 7B
BBM Langka di Bengkulu, Antrean Panjang dan Harga Eceran Melonjak hingga Rp30 Ribu per Liter
Bengkulu, 9 November 2025 Warga Bengkulu kembali menghadapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) sejak awal November. Antrean kendaraan mengular di berbagai SPBU, sementara harga eceran di tingkat masyarakat melonjak hingga Rp30.000 per liter. Kondisi ini menimbulkan keresahan dan memunculkan pertanyaan publik terhadap kinerja distribusi energi di daerah tersebut.
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengaku meragukan penjelasan Pertamina yang menyebut kelangkaan disebabkan oleh gangguan distribusi akibat cuaca buruk. “Kami ingin penjelasan yang lebih konkret. Kalau stok aman, kenapa antrean tetap panjang di lapangan?” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Bengkulu, dikutip dari RealitaPost (7/11/2025).
Sementara itu, pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menjelaskan bahwa pengiriman BBM ke Bengkulu terkendala gelombang tinggi di perairan barat Sumatra. “Distribusi mengalami keterlambatan karena kondisi cuaca ekstrem, namun kami memastikan pasokan akan kembali normal dalam beberapa hari ke depan,” ujar Sales Area Manager Pertamina Bengkulu kepada RRI Bengkulu (8/11/2025).
Krisis serupa juga pernah terjadi beberapa bulan lalu. Pada Mei 2025, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung SPBU di Kota Bengkulu yang terdampak kelangkaan BBM. Dalam kunjungan tersebut, Gibran meminta Pertamina dan pemerintah daerah segera menyiapkan solusi konkret dan pelayanan maksimal agar krisis pasokan tidak terus berulang, sebagaimana dilaporkan oleh wapresri.go.id.
Kini, antrean panjang kembali terlihat di sejumlah SPBU, terutama di SPBU Panorama dan SPBU KM 8 Kota Bengkulu. Para pengemudi ojek daring mengeluhkan penurunan pendapatan karena waktu kerja tersita di antrean. “Biasanya saya bisa narik delapan kali, sekarang baru tiga kali karena nunggu bensin sampai sejam,” ujar Doni (32), pengemudi ojek daring di Bengkulu.
Selain itu, warga menilai pasokan BBM jenis Pertalite paling sulit ditemukan. Beberapa di antaranya terpaksa membeli bensin eceran dengan harga dua kali lipat dari harga normal, yang turut memengaruhi kenaikan ongkos transportasi dan harga kebutuhan pokok.
Pertamina menambah pasokan harian sebesar 10 persen untuk menstabilkan distribusi dan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying. Pemerintah daerah juga memperketat pengawasan di SPBU guna mencegah penimbunan. Meski demikian, masyarakat berharap langkah ini tidak sekadar bersifat reaktif, melainkan menjadi momentum pembenahan menyeluruh terhadap sistem logistik energi di Bengkulu.
Krisis BBM yang terus berulang menunjukkan perlunya sinergi kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan Pertamina untuk memastikan ketersediaan energi yang merata dan adil bagi seluruh lapisan masyarakat.
Daftar Pustaka
RealitaPost. (2025, November 7). BBM Bengkulu langka, Gubernur Helmi Hasan meragukan penjelasan Pertamina Bengkulu. RealitaPost. https://realitapost.com/bbm-bengkulu-langka-gubernur-helmi-hasan-meragukan-penjelasan-pertamina-bengkulu/
RRI Bengkulu. (2025, November 8). Distribusi BBM di Bengkulu terkendala cuaca buruk. Radio Republik Indonesia. https://rri.co.id/daerah/1959997/distribusi-bbm-di-bengkulu-terkendala-cuaca-buruk
Tempo.co. (2025, Mei 30). BBM langka di Bengkulu, harga tembus Rp30.000 per liter. Tempo.co. https://www.tempo.co/ekonomi/bbm-langka-di-bengkulu-harga-tembus-rp-30-000-per-liter-1555209
Wakil Presiden Republik Indonesia. (2025, Mei 31). Wapres tinjau SPBU terdampak kelangkaan BBM di Bengkulu, dorong solusi konkret dan pelayanan maksimal. Sekretariat Wakil Presiden RI. https://www.wapresri.go.id/wapres-tinjau-spbu-terdampak-kelangkaan-bbm-di-bengkulu-dorong-solusi-konkret-dan-pelayanan-maksimal/
Komentar
Posting Komentar