Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025
  Tanah Direbut, Petani Ditembak: Pino Raya Menagih Keadilan Konflik agraria sering dianggap sekadar data di layar berita. Namun bagi masyarakat Pino Raya, Bengkulu Selatan, konflik tanah telah menjadi realitas yang menoreh luka mendalam. Sebagai warga yang lahir dan besar di wilayah ini, saya menyaksikan sendiri bagaimana tanah bukan hanya sumber hidup, tetapi juga identitas dan masa depan keluarga petani. Peristiwa penembakan lima petani pada 24 November 2025 membuktikan bahwa konflik agraria di Pino Raya adalah persoalan struktural yang telah lama dibiarkan tanpa penyelesaian yang adil. Insiden yang terjadi di Desa Kembang Seri, Kecamatan Pino Raya, itu melibatkan lima petani yang tertembak ketika menolak alat berat perusahaan yang meratakan tanaman mereka. Penembakan dilakukan oleh oknum keamanan PT Agro Bengkulu Selatan (PT ABS). Peristiwa ini diberitakan luas, salah satunya oleh Kompas Regional, yang menjelaskan kronologi penembakan dan kondisi para korban. Fakta bahwa pelaku...